media hybrid : sebuah alternatif solusi

ketika dunia internet semakin merebak, dan para pemain media cetak global terus berinovasi dengan menerbitkan edisi media mereka dalam format online, maka kini giliran para pelaku media lokal (baca: indonesia) yang ikut juga untuk mengembangkan versi on-line mereka.

saya kira yang paling fenomenal adalah Kompas, karena situs mereka termasuk lengkap dan menerapkan strategi 2.0 secara maksimal.

apa yang terjadi pada media lokal kita ini bagi saya mengindikasikan bahwa, ketika internet berkembang menjadi dunia yang semakin besar maka para produsen akan masuk dalam konsep bisnis hybrid yaitu off-line dan on-line.

hal ini dilakukan karena karakter pengguna dua media ini bisa jadi sangat terspesialisasi, versi cetak punya karakter sendiri dan versi on-line punya karakter sendiri.

kalau mau lihat trend global, memang kini industri media cetak sedang empot-empotan, tapi untuk masuk dalam kondisi mati, itu masih bisa diperdebatkan, faktor yang berperan sangatlah banyak, bukan hanya faktor kemajuan teknologi tetapi harga saham, pengiklan, dan karakter perusahaan media global (yang besar kayak raksasa) yang biasanya lambat mengantisipasi pasar.

Pada sebuah artikel di majalah writers digest ada dua ahli yang masing-masing bertahan pada pendapatnya, satu sisi e-paper akan mengambil ‘nyawa’ kertas fisik, di sisi lain kertas fisik tidak bisa digantikan…

dalam kondisi ini, penggabungan dua karakter media ini menjadi penting, alih-alih mengkanibalisasi versi cetak, kolaborasi adalah pilihan yang lebih bijak, mengingat kondisi media kita tidak semaju media global.

yah, memang pertarungan ini belum ada pemenang, tapi saya kira, perusahaan yang bisa mengambil celah adalah yang melakukan strategi hybrid (off-line dan on-line).

Leave a comment »

Ketika era Gutenberg ditantang era Amazon.com

Di belahan dunia maju, perdebatan mana yang akan bertahan lebih lama -bentuk buku fisik atau non fisik- masih terus berlanjut, ketika amazon merilis Kindle, banyak yang beranggapan bahwa era buku fisik akan segera mati, namun ternyata banyak juga pihak, baik itu publisher dan juga penulis sendiri yang berpendapat bahwa buku fisik masih sulit untuk digantikan.

Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Membaca Berita di Dunia 2.0

Dunia 2.0 semakin mengambil tempat di dunia datar kita, setelah gegap gempita kemenangan Obama yang selalu dikaitkan dengan keberhasilannya memanfaatkan new media dengan cerdas dan konsisten lalu geliat politikus Indonesia yang beramai-ramai masuk di jejaring sosial Facebook, giliran media tanah air yang mulai bergeliat masuk dunai 2.0, dunia dimana interaksi dua arah yang berkutat pada dunia internet/online. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Tips Untuk Para Penulis yang Memiliki Situs Pribadi

Tips Untuk Para Penulis yang Memiliki Situs Pribadi

Jika Anda seorang penulis, ada baiknya Anda mempunyai situs pribadi, bisa blog (yang gratis) ataupun situs berbayar dengan nama domain pribadi. Berikut beberapa tips yang diberikan oleh majalah Writer’s Digest untuk mereka yang hendak mempercantik dan memperlengkap data di situs pribadi. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Tips revisi karya tulis fiksi

Tips revisi karya tulis fiksi

tidak ada sebuah karya pun yang layak untuk dibuang, kita bisa memolesnya untuk mendapatkan karya terbaik, siapa tahu karya terbaik anda adalah karya yang dibuat beberapa tahun lalu. Berikut beberapa tips untuk merevisi dan merombak karya agar lebih baik. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Sebulan bersama karya tulismu (tips menulis dalam satu bulan)

Minggu pertama : persiapkan jadwal menulis, dan buatlah 3 bagian utama dalam draft tulisan (asumsikan karya berupa prosa). Siapkan bagian pembuka, bagian tengah dan bagian penutup. Buatlah jadwal sedetail mungkin karena ini memudahkan dalam memulai menulis. Sisipkan juga tema-tema utama dan menarik untuk bagian-bagian terpenting novel. Jika mendapat ide, langsung catat, ide-ide brilian terkadang tidak datang diundang. Siapkan notes dimanapun berada. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Apa Kabar Toko Buku Bandung?

Komunitas kreatif di Kota Bandung terus berkembang. Ada yang muncul, ada yang hilang, ada pula yang berkompromi dengan keadaan. Apa kabar komunitas kreatif Bandung yang bergerak di bidang “perbukuan”, termasuk pendirian toko buku? Sekitar dua tahun ke belakang, tidak akan sulit menyebutkan toko buku “jenis” ini–lazim disebut sebagai toko buku independen–di Kota Bandung. Akan tetapi, belakangan kita tampaknya harus mengernyitkan dahi, mengingat-ingat, sebelum menyebutkan sejumlah nama. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

Tips Blogging

Fokus

blog memang mirip dengan diary, semua tulisan bisa masuk dalam sebuah alamat dimana semua unek-unek dan cerita ada didalamnya. Namun kecenderungan blog seperti ini adalah tidak fokus dan tidak konsisten, maka jika serius untuk ngeblog, pikirkanlah fokus tulisan, karena semua tulisan akan dibaca orang, dan blog yang seru adalah semua posting dibaca orang. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

sekilas tentang novel Glonggong

Glonggong

Pengarang : Junaedi Sutiyono
Tebal : 300 halaman

Soft Cover

Harga : Rp 39.900,-

Penerbit : Gramedia

Ketika trend buku pop mulai tergeser oleh buku bertema sejarah, bermunculanlah juga kisah-kisah fiksi dengan latar sejarah. Dalam setahun kebelakang, bisa kita temukan berbagai novel dengan tema sejarah, mulai dari seri Gajah Mada, Rahasia Medde, Dyah Pitaloka, dan bermacam kisah bertema sejarah lainnya. Dan Glonggong melengkapi deretan buku-buku bertema sejarah itu. Read the rest of this entry »

Leave a comment »

sekilas tentang novel Blakanis

Blakanis

Pengarang : Arswendo Atmowiloto
Tebal : 288 halaman

Soft Cover

Harga : Rp 36.000,-

Penerbit : Gramedia

Ada dua buku terbaru dari Arswendo, salah satunya Blakanis. Agak aneh memang membaca judulnya, Blaka dalam bahasa Jawa bisa diartikan sebagai jujur, apa adanya. Sepertinya Arswendo berencana menghadirkan kisah yang satir, tentang keadaan Indonesia yang masih saja terus carut marut. Read the rest of this entry »

Leave a comment »