<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>wikupedia</title>
	<atom:link href="http://wikupedia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wikupedia.wordpress.com</link>
	<description>the idea box of mine</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2009 10:16:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wikupedia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>wikupedia</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wikupedia.wordpress.com/osd.xml" title="wikupedia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wikupedia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>media hybrid : sebuah alternatif solusi</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2009/03/07/media-hybrid-sebuah-alternatif-solusi/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2009/03/07/media-hybrid-sebuah-alternatif-solusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 12:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[ketika dunia internet semakin merebak, dan para pemain media cetak global terus berinovasi dengan menerbitkan edisi media mereka dalam format online, maka kini giliran para pelaku media lokal (baca: indonesia) yang ikut juga untuk mengembangkan versi on-line mereka. saya kira yang paling fenomenal adalah Kompas, karena situs mereka termasuk lengkap dan menerapkan strategi 2.0 secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=71&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ketika dunia internet semakin merebak, dan para pemain media cetak global terus berinovasi dengan menerbitkan edisi media mereka dalam format online, maka kini giliran para pelaku media lokal (baca: indonesia) yang ikut juga untuk mengembangkan versi on-line mereka.</p>
<p>saya kira yang paling fenomenal adalah Kompas, karena situs mereka termasuk lengkap dan menerapkan strategi 2.0 secara maksimal.</p>
<p>apa yang terjadi pada media lokal kita ini bagi saya mengindikasikan bahwa, ketika internet berkembang menjadi dunia yang semakin besar maka para produsen akan masuk dalam konsep bisnis hybrid yaitu off-line dan on-line.</p>
<p>hal ini dilakukan  karena karakter pengguna dua media ini bisa jadi sangat terspesialisasi, versi cetak punya karakter sendiri dan versi on-line punya karakter sendiri.</p>
<p>kalau mau lihat trend global, memang kini industri media cetak sedang empot-empotan, tapi untuk masuk dalam kondisi mati, itu masih bisa diperdebatkan, faktor yang berperan sangatlah banyak, bukan hanya faktor kemajuan teknologi tetapi harga saham, pengiklan, dan karakter perusahaan media global (yang besar kayak raksasa) yang biasanya lambat mengantisipasi pasar.</p>
<p>Pada sebuah artikel di majalah writers digest ada dua ahli yang masing-masing bertahan pada pendapatnya, satu sisi e-paper akan mengambil ‘nyawa’ kertas fisik, di sisi lain kertas fisik tidak bisa digantikan…</p>
<p>dalam kondisi ini, penggabungan dua karakter media ini menjadi penting, alih-alih mengkanibalisasi versi cetak, kolaborasi adalah pilihan yang lebih bijak, mengingat kondisi media kita tidak semaju media global.</p>
<p>yah, memang pertarungan ini belum ada pemenang, tapi saya kira, perusahaan yang bisa mengambil celah adalah yang melakukan strategi hybrid (off-line dan on-line).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=71&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2009/03/07/media-hybrid-sebuah-alternatif-solusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika era Gutenberg ditantang era Amazon.com</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2009/03/04/ketika-era-gutenberg-ditantang-era-amazoncom/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2009/03/04/ketika-era-gutenberg-ditantang-era-amazoncom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 09:45:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Di belahan dunia maju, perdebatan mana yang akan bertahan lebih lama -bentuk buku fisik atau non fisik- masih terus berlanjut, ketika amazon merilis Kindle, banyak yang beranggapan bahwa era buku fisik akan segera mati, namun ternyata banyak juga pihak, baik itu publisher dan juga penulis sendiri yang berpendapat bahwa buku fisik masih sulit untuk digantikan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=68&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di belahan dunia maju, perdebatan mana yang akan bertahan lebih lama -bentuk buku fisik atau non fisik- masih terus berlanjut, ketika amazon merilis Kindle, banyak yang beranggapan bahwa era buku fisik akan segera mati, namun ternyata banyak juga pihak, baik itu publisher dan juga penulis sendiri yang berpendapat bahwa buku fisik masih sulit untuk digantikan.</p>
<p><span id="more-68"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;">Buku dalam bentuk fisik masih punya senjata ampuh yang sulit untuk digantikan oleh bentuk non fisik, seperti persinggugan antara manusia denga kertas, bau kertas, berbagai hal yang berhubungan dengan perasaan terhadap bentuk fisik, dan kebanggaan meminjamkan buku -apalagi yang sudah kuno- pada kolega atau orang lain.</p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;">Bentuk non fisik memang punya juga senjata yang bisa membuat bentuk fisik jatuh terkulai, seperti kecepatan penyebaran, real time, murah serta hambatan hirarki yang bisa ditembus dengan mudah oleh bentuk non fisik (baik itu mobile maupun e-paper), namun segala kemudahan dan kemurahan saja tidak cukup, isu seperti pohoh yang ditebang untuk produksi kertas pun bisa disiasati dengan memproduksi kertas ramah lingkungan -yang kini marak di mana-mana- seperti contohnya beberapa buku dewi lestari yang menggunakan kertas ramah lingkungan, lalu kini gramedia group yang menggunakan kertas ramah lingkungan (yang kabarnya impor) untuk berbagai lini penerbitan mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;">berhubung buku akan selalu identik dengan manusia sebagai konsumennya, sepertinya bentuk non fisik masih mendapat tempat lebih di hati konsumen, karena hubungan personal dan fisiknya yang masih dominan dari pada bentuk non fisik.</p>
<p style="margin-bottom:0;"> </p>
<p style="margin-bottom:0;">Dunia kini begitu cepat berubah, apa yang akan terjadi di masa depan adalah semacam ketegangan yang patut dinantikan, kita lihat saja mana yang akan diminati pembaca, buku konvensional atau buku non konvensional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=68&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2009/03/04/ketika-era-gutenberg-ditantang-era-amazoncom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Berita di Dunia 2.0</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2009/01/03/membaca-berit-di-dunia-20/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2009/01/03/membaca-berit-di-dunia-20/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 14:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Dunia 2.0 semakin mengambil tempat di dunia datar kita, setelah gegap gempita kemenangan Obama yang selalu dikaitkan dengan keberhasilannya memanfaatkan new media dengan cerdas dan konsisten lalu geliat politikus Indonesia yang beramai-ramai masuk di jejaring sosial Facebook, giliran media tanah air yang mulai bergeliat masuk dunai 2.0, dunia dimana interaksi dua arah yang berkutat pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=48&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia 2.0 semakin mengambil tempat di dunia datar kita, setelah gegap gempita kemenangan Obama yang selalu dikaitkan dengan keberhasilannya memanfaatkan new media dengan cerdas dan konsisten lalu geliat politikus Indonesia yang beramai-ramai masuk di jejaring sosial Facebook, giliran media tanah air yang mulai bergeliat masuk dunai 2.0, dunia dimana interaksi dua arah yang berkutat pada dunia internet/online.<span id="more-48"></span></p>
<p align="justify">Jika di negara maju, seperti Amerika perdebatan mengenai ketakbertahanan media cetak telah berlangsung lama, kita di Indonesia rasanya baru akan mulai merasakan dampak dari kemajuan internet yang sangat pesat itu. Media 2.0 adalah media yang memanfaatkan internet sebagai sarana penyampaian informasi serta memanfaatkan karakteristik dunia 2.0 yang memaksimalkan interaksi dua arah.</p>
<p align="justify">Media baru yang dikenal dengan nama e-paper ini mulai digemari pelaku media nasional. Pada majalah Marketing edisi 12/VIII/Desember 2008 disebutkan setidaknya ada empat media cetak yang mulai merambah dunia internet sebagai bentuk online dari versi cetak mereka. Kontan, Kompas, Tempo, serta Republika adalah media-media cetak yang melakukan strategi koran internet (e-paper) ini. Keberadaan e-paper yang berawal dari versi cetak tentu berbeda dengan media-media yang memang didesain sejak awal untuk diwujudkan dalam bentuk online, seperti detik.com, kapanlagi.com, dan vivanews.com.</p>
<p align="justify">E-paper yang sudah ada di Indonesia biasanya adalah bentuk cetak yang di-online-kan, berita serta tampilan masih sebagian besar sama, secara garis besar belum ada perbedaan yang mencolok atau diferensiasi yang khas. E-paper jenis ini dibuat untuk merangkul konsumen berita modern, eksekutif perkotaan, dan mereka yang melek internet. Sedangkan media versi cetak merangkul konsumen belum melek internet, konsumen &#8220;kolot&#8221;, dan konsumen yang masih perlu merasakan sentuhan-sentuhan khas produk cetak.</p>
<p align="justify">Hal ini bisa jadi mengindikasikan bahwa media cetak tidak mempunyai pilihan lain dalam era persaingan dengan internet. Untuk mempertahankan dan meluaskan share konsumen, media cetak harus menerbitkan versi online mereka, bukan sebagai strategi khusus, melainkan agar tidak ketinggalan langkah oleh pesaing dan kemajuan teknologi juga agak tidak kehilangan konsumen.</p>
<p align="justify">Hal yang lebih penting sebenarnya akan terjadi pada masa-masa selanjutnya. Kerena jika diteliti lebih lanjut, konsumen cetak dan konsumen online bisa dibedakan secara jelas, dan tentu keduanya bisa dilayani dengan pemberian value yang khas dan spesifik bagi kedua jenis konsumen itu. Bisa jadi versi cetak tidak memuat beberapa fitur khusus dari e-paper, begitu juga sebaliknya.</p>
<p align="justify">Kekhasan fitur dari dua jenis aktualisasi media serta penekanan pada konten akan mejadi kunci utama keberhasialan e-paper, ini juga bisa menjadi strategi agar e-paper tidak menganibalisasi versi cetaknya, mengingat karakter konsumennya pun yang juga beda. Apalagi penggunaan teknologi yang mendukung e-paper yang juga masih belum maksimal. Industri internet di Indonesia baru berkembang, industri dan pengembangan teknologi yang mendukung juga masih terus berkembang.</p>
<p align="justify">Keuntungan yang bisa dimasimalkan e-paper adalah jenis produknya yang ramah lingkungan setidaknya tidak menggunakan kertas sebagai bahan dasar media jenis ini. Pembangunan citra merek yang positif dan mendukung isu global mengenai pemanasan bumi bisa dimaksimalkan dalam masa transisi dan pengenalan produk e-paper ini, setidaknya sampai konsumen pengguna media cetak dan online bisa terseleksi dan terpetakan dengan jelas.</p>
<p align="justify">Perkembangan internet di Indonesia memang cukup menggembirakan, walaupun koneksi di sini masih tergolong payah, pengguna social networking yang semakin bertambah serta budaya internet yang mulai menjadi gaya hidup, terutama generasi muda bisa menjadi pasar sangat menjanjikan. Belum lagi kondisi krisis dunia yang bisa jadi malah membuka peluang bagi para biro iklan yang berkonsentrasi pada media online.</p>
<p align="justify">Pengiklan modern akan tertarik dengan media jenis online ini, apalagi jika penawaran harga bisa menjadi satu paket dengan versi cetak. Belum lagi beberapa bisnis yang memang fokus pada konsumen di segmen online, akan memilih media online sebagai sarana promo karena lebih tersegmentasi.</p>
<p align="justify">Era baru dunia pemasaran sedang berkembang, komunitas yang menjadi sasaran utama pemasar menjadi sangat penting dan bernilai bagi perusahaan. Media internet memudahkan interaksi dan segmentasi iklan pada komunitas. Ini adalah nilai lebih yang sangat bisa dikembangkan dan menjadi nilai tambah yang dipunyai e-paper. Interaksi menjadi penting karena di sana perusahaan pengiklan bisa menjangkau secara langsung konsumen mereka.</p>
<p align="justify">Dunia jurnalisme pun semakin berkembang, jurnalisme warga lalu pertambahan blogger, ikut juga membantu perkembangan jurnalisme online. Meskipun perkembangan ini memberikan dampak negatif, namun sisi positifnya juga bisa dimanfaatkan demi kemajuan media yang ikut juga terkena dampak krisis.</p>
<p align="justify">Perkembangan teknologi, sejatinya memang digunakan untuk kemajuan manusia, begitu juga pekembangan media cetak ke versi online, sudah seharusnya memberi dampak yang signifikan pada konsumen media. E-paper tentu tidak bisa menggantikan seratus persen versi cetak, ada beberapa hal khas yang ada di versi cetak yang tidak bisa digantikan oleh versi online. Kesemuanya harus didesain untuk saling mendukung. Setiap segmen komsumen punya selera masing-masing yang khas, alih-alih menganibalisasi satu produk dengan produk yang lain, e-paper dan media versi cetak akan bisa lebih berkembang jika saling mendukung.</p>
<p align="justify">Selamat membaca berita di dunia 2.0.</p>
<p align="justify">***</p>
<p align="justify">Penulis, salah seorang pemilik LawangBuku distributor serta koordinator klab di Tobucil &amp; Klabs Bandung.</p>
<p align="justify">Tulisan dimuat di koran Pikiran Rakyat, Sabtu 03 Januari 2008 <a title="artikel di Pikiran Rakyat" href="http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&amp;id=50941">(artikel di Pikiran Rakyat)</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=48&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2009/01/03/membaca-berit-di-dunia-20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Untuk Para Penulis yang Memiliki Situs Pribadi</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2008/10/31/tips-untuk-para-penulis-yang-memiliki-situs-pribadi/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2008/10/31/tips-untuk-para-penulis-yang-memiliki-situs-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 13:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Tips Untuk Para Penulis yang Memiliki Situs Pribadi Jika Anda seorang penulis, ada baiknya Anda mempunyai situs pribadi, bisa blog (yang gratis) ataupun situs berbayar dengan nama domain pribadi. Berikut beberapa tips yang diberikan oleh majalah Writer&#8217;s Digest untuk mereka yang hendak mempercantik dan memperlengkap data di situs pribadi. Situs pribadi adalah tentang Anda, jadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=45&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:medium;"><span style="font-style:normal;"><strong>Tips Untuk Para Penulis yang Memiliki Situs Pribadi</strong></span></span></span></span></em></p>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span> </span></span></span></span></em><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Jika Anda seorang penulis, ada baiknya Anda mempunyai situs pribadi, bisa blog (yang gratis) ataupun situs berbayar dengan nama <em>domain</em> pribadi. Berikut beberapa tips yang diberikan oleh majalah <em>Writer&#8217;s Digest</em> untuk mereka yang hendak mempercantik dan memperlengkap data di situs pribadi.<span id="more-45"></span></span></span></span></span></span></em></p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Situs 	pribadi adalah tentang Anda, jadi semuanya tentang diri Anda 	pribadi, cantumkanlah dalam halaman utama apa-apa saja tentang diri 	Anda, termasuk perkerjaan tulis macam apa yang  Anda kerjakan, 	<em>biography</em> Anda, spesialisasi Anda serta keunikan yang bisa membuat 	para pembaca, termasuk penerbit tertarik dengan tulisan Anda.</span></span></span></span></span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Satu 	hal yang tidak boleh dilupakan adalah nomor kontak. Cantumkanlah 	dengan lengkap dan detil nomor kontak, alamat kantor/rumah. Alamat 	email serta alamat situs Anda dengan lengkap dan sangat jelas. 	Usahakan untuk mencantumkan alamat kontak yang langsung menuju pada 	diri Anda, hindari mencantumkan alamat kantor.</span></span></span></span></span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Cantumkan 	juga foto diri Anda. Foto bukan hanya sebagai data diri, tapi ini 	lebih ke masalah psikologis, jika Anda berbicara dengan seseorang 	tentu Anda akan tampak lebih akrab jika berbicara secara langsung, 	Anda akan bisa mengenali wajah lawan bicara Anda. Demikianlah juga 	dengan situs pribadi, foto akan membuat para pembaca merasa dekat 	dengan Anda, dan ini penting.</span></span></span></span></span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Data 	tentang buku/pekerjaan tulisan yang Anda kerjakan. Gunakan media 	promosi yang tidak berbayar adalah langkah cerdik dalam berpromosi, 	maka tempatkanlah keterangan tentang karya Anda, bentuknya bisa 	semacam <em>press release</em>. Ini memudahkan orang lain untuk meliput Anda. 	Siapa tahu Anda diliput media nasional, sangat menarik bukan?</span></span></span></span></span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Komentar 	pembaca. Terkadang pembaca butuh saran dari orang lain, 	demikianlah fungsi komentar. Komentar memberikan sebuah gambaran 	lain yang mungkin tidak terlihat oleh satu pembaca yang bisa 	terlihat oleh pembaca lain.</span></span></span></span></span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Contoh 	karya tulisan. Ini mungkin bagian terpenting, situs pribadi tak akan 	pernah lengkap tanpa contoh karya pribadi Anda, dan tentu ini 	memudahkan juga bagi para pembaca atau yang ingin memberi Anda 	pekerjaan untuk menyesuaikan secara cepat dengan usulan pekerjaan 	yang akan diberikan pada Anda.</span></span></span></span></span></em></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><span>Lakukan 	semuanya secara personal. Tidak ada yang lebih menarik dan unik 	selain membuat sesuatu secara personal. Demikianlah juga dengan 	situs pribadi, daya jual keunikan adalah harta yang tak ternilai. 	Persiapkan dengan matang nilai-nilai unik apa yang bisa Anda beri 	untuk pembaca serta calon klien Anda</span></span></span></span></span></em></p>
</li>
</ol>
<p align="justify">
<p style="text-align:right;"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span> Tulisan diolah dari berbagai sumber, salah satunya majalah Writer&#8217;s Digest edisi Oktober 2008 dan pernah dimuat di tobucil.multiply.com<br />
</span></span></span></span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=45&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2008/10/31/tips-untuk-para-penulis-yang-memiliki-situs-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips revisi karya tulis fiksi</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2008/10/31/tips-revisi-karya-tulis-fiksi/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2008/10/31/tips-revisi-karya-tulis-fiksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 13:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Tips revisi karya tulis fiksi tidak ada sebuah karya pun yang layak untuk dibuang, kita bisa memolesnya untuk mendapatkan karya terbaik, siapa tahu karya terbaik anda adalah karya yang dibuat beberapa tahun lalu. Berikut beberapa tips untuk merevisi dan merombak karya agar lebih baik. kumpulkan semua bahan atau draft yang anda punya, bisa karya baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=42&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><strong>Tips revisi karya tulis fiksi</strong></span></span></span></span></em></p>
<p><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">tidak ada sebuah karya pun yang layak untuk dibuang, kita bisa memolesnya untuk mendapatkan karya terbaik, siapa tahu karya terbaik anda adalah karya yang dibuat beberapa tahun lalu. Berikut beberapa tips untuk merevisi dan merombak karya agar lebih baik.<span id="more-42"></span></span></span></span></span></em></p>
<ol>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">kumpulkan 	semua bahan atau draft yang anda punya, bisa karya baru atau karya 	lama. Usahakan untuk tidak memilih-milih. Kumpulkan semua, proses 	seleksi akan di lakukan pada tahap lain.</span></span></span></span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">Kini 	proses seleksi akan dimulai. Usahakan untuk memeriksa dengan baik 	semua karya, lalu pilahlah karya yang anda pilih untuk direvisi.</span></span></span></span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">Setelah 	karya dipisahkan dan dipilih, baca secara lengkap dan seksama, 	temukan bagian-bagian yang anda pikir perlu diubah serta temukan 	juga bagian-bagian terbaik dari karya anda.</span></span></span></span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">Baca 	sekali lagi bagian yang akan diubah, temukan kata atau kalimat yang 	anda anggap salah atau kurang sesuai. Kemudian baca kembali bagian 	lain dari karya anda dan cek ulang dengan kata atau kalimat yang 	tidak sesuai. </span></span></span></span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">Ubahlah 	kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan memperhatikan keseluruhan 	karya dan logika cerita</span></span></span></span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">jika 	perubahan telah selesai, baca kembali keseluruhan karya. Usahakan 	bagian yang telah diubah bisa mengikuti bagian terbaik karya anda.</span></span></span></span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">Jika 	anda menemukan writers block dalam melakukan perubahan, coba baca 	beberapa karya orang lain yang setema atau anda sukai. Temukan ide 	cerita atau bahkan ide-ide perombakan untuk karya anda.</span></span></span></span></em></li>
<li><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;">Jangan 	ragu untuk merombak karya dan jangan takut untuk mulai menulis. 	Selamat menulis.</span></span></span></span></em></li>
</ol>
<p style="text-align:right;"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><em>Tulisan pernah dimuat di tobucil.multiply.com</em></span></span></span></span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=42&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2008/10/31/tips-revisi-karya-tulis-fiksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebulan bersama karya tulismu (tips menulis dalam satu bulan)</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/26/sebulan-bersama-karya-tulismu-tips-menulis-dalam-satu-bulan/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/26/sebulan-bersama-karya-tulismu-tips-menulis-dalam-satu-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 14:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Minggu pertama : persiapkan jadwal menulis, dan buatlah 3 bagian utama dalam draft tulisan (asumsikan karya berupa prosa). Siapkan bagian pembuka, bagian tengah dan bagian penutup. Buatlah jadwal sedetail mungkin karena ini memudahkan dalam memulai menulis. Sisipkan juga tema-tema utama dan menarik untuk bagian-bagian terpenting novel. Jika mendapat ide, langsung catat, ide-ide brilian terkadang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=33&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><strong>Minggu 	pertama</strong> : persiapkan 	jadwal menulis, dan buatlah 3 bagian utama dalam draft tulisan 	(asumsikan karya berupa prosa). Siapkan bagian pembuka, bagian 	tengah dan bagian penutup. Buatlah jadwal sedetail mungkin karena 	ini memudahkan dalam memulai menulis. Sisipkan juga tema-tema utama 	dan menarik untuk bagian-bagian terpenting novel. Jika mendapat ide, 	langsung catat, ide-ide brilian terkadang tidak datang diundang. 	Siapkan notes dimanapun berada.<span id="more-33"></span></span></span></span></span></em></p>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"></span></span></em><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><strong>Minggu kedua : </strong>mulailah menulis tanpa memikirkan target, keluarkan semua ide dan jangan diedit. 	Simpan rasa penasaran anda untuk merubah kata, kalimat yang terasa tidak sesuai dilain 	waktu. Kali ini fokus pada tulisan anda dan bagaimana mengalirkan semua pikiran 	yang ada dalam kalimat-kalimat. Urusan edit kita simpan di minggu lain.</span></span></span></span></em></p>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"> </span></span></span></span></em><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><strong>Minggu ketiga : </strong>undanglah 	teman-teman membaca setia anda, diskusikan karya kasar anda bersama 	mereka. Temukan kritik halus dan pedas mereka, tampung dan pikirkan, 	tapi jangan terlalu terpengaruh, kendali utama tetap pada diri anda 	sendiri. Pada akhir minggu persiapkanlah untuk mulai mengolah dan 	sedikit merevisi karya anda.</span></span></span></span></em></p>
<p align="justify"><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"> </span></span></span></span></em><em><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="font-style:normal;"><strong>Minggu keempat : </strong>kini kita masuk minggu terakhir, jangan panik, karena panik tidak akan membantu apa-apa. 	Tetaplah tenang karena ini adalah target pribadi, tidak ada tekanan dari siapapun. 	Kumpulkanlah semua bahan yang sudah ada, pisahkan mana data dan bahan yang 	akan memberikan manfaat dan yang tidak. Lalu, lakukan koreksi, asah semua bahan 	naskah, sekali lagi jangan panik, tetap tenang dan lakukan dengan santai, dan di akhir 	minggu, bersiaplah akan sebuah kejutan : sebuah karya prosa anda siap untuk 	dinikmati.</span></span></span></span></em></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>tulisan diolah dari berbagai sumber, terutama terinspirasi dari artikel di majalah Writers Digest edisi Oktober 2008</em> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=33&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/26/sebulan-bersama-karya-tulismu-tips-menulis-dalam-satu-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Toko Buku Bandung?</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/25/apa-kabar-toko-buku-bandung-2/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/25/apa-kabar-toko-buku-bandung-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 11:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas kreatif di Kota Bandung terus berkembang. Ada yang muncul, ada yang hilang, ada pula yang berkompromi dengan keadaan. Apa kabar komunitas kreatif Bandung yang bergerak di bidang “perbukuan”, termasuk pendirian toko buku? Sekitar dua tahun ke belakang, tidak akan sulit menyebutkan toko buku “jenis” ini&#8211;lazim disebut sebagai toko buku independen&#8211;di Kota Bandung. Akan tetapi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=30&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:small;">Komunitas</span> kreatif di Kota Bandung terus berkembang. Ada yang muncul, ada yang hilang, ada pula yang berkompromi dengan keadaan. Apa kabar komunitas kreatif Bandung yang bergerak di bidang “perbukuan”, termasuk pendirian toko buku? Sekitar dua tahun ke belakang, tidak akan sulit menyebutkan toko buku “jenis” ini&#8211;lazim disebut sebagai toko buku independen&#8211;di Kota Bandung. Akan tetapi, belakangan kita tampaknya harus mengernyitkan dahi, mengingat-ingat, sebelum menyebutkan sejumlah nama.<span id="more-30"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Istilah toko buku independen/alternatif, menurut penulis, tidaklah tepat. Perdebatan mengenai penggunaan istilah ini terus saja bergulir. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Penulis lebih mengategorikan toko buku ke dalam tiga jenis (yang merujuk pada istilah retail dalam consumer’s goods). Pertama, toko buku hipermarket, yang menjual buku dalam bentuk grosiran dan dalam jumlah fisik serta order uang yang besar. Kedua, toko buku supermarket, yang skalanya lebih kecil dari hypermarket dan menjual buku dengan perlengkapan display dan skala toko yang cukup besar. Terakhir adalah toko buku minimarket, yaitu toko dengan skala fisik dan pengelolaan yang lebih kecil lagi. Pada kategori inilah toko buku yang sering disebut sebgai toko buku independen/alternatif penulis tempatkan.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Pengategorian seperti ini akan mereduksi pelabelan yang cenderung negatif pada toko buku minimarket. Pelabelan sebagai independen atau alternatif, malah cenderung mengesankan seolah toko buku yang tidak serius, tidak bonafide, dan terpinggirkan. Padahal, dalam kenyatannya, toko buku seperti ini mengambil peran cukup besar menjadikan buku akrab dengan generasi pop. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Pada perkembangannya, terlihat jelas berkurangnya toko buku minimarket. Pada 2005 dalam peta yang disusun oleh Tobucil bersama dengan Dipan Senja, tercatat lebih dari 15 toko buku minimarket yang muncul di Bandung (sedangkan jumlah kantong buku termasuk di dalamnnya komunitas dan penerbit berbasis komunitas tercatat ada sekitar 30-an lebih). Sekarang, jumlah yang banyak itu menyusut drastis hingga setengahnya. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Komitmen menjadi faktor dasar yang sering dilupakan oleh para pelaku buku baru. Semangat berwirausaha yang dimiliki oleh banyak anak muda, tidak (atau setidaknya) belum dibarengi konsistensi dalam melakukan suatu hal. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Dari jumlah hampir setengah pebisnis buku muda di Bandung yang “gulung tikar” itu, dari obrolan yang penulis lakukan, rata-rata terganjal masalah fokus. Ada yang personelnya sibuk mengerjakan skripsi, sampai mereka yang telah diterima kerja. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Kendala lain yaitu masalah tempat. Rata-rata umur kantong buku yang tutup adalah satu tahun. Para pengelola toko buku jenis ini rata-rata hanya menyiapkan dana untuk mengontrak tempat selama satu tahun. Sementara tahun berikutnya, mereka hanya bergantung pada prediski penjualan selama tahun berjalan. Bisnis buku tergolong bisnis yang pengembalian modalnya cukup lama. Maka, yang banyak terjadi adalah ketika masa kontrakan habis, omzet tidak sesuai prediksi, dana untuk kontrakan tidak ada, keputusan yang diambil adalah “gulung tikar”.</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Hal ini juga mengindikasikan bahwa pebisnis buku muda di Bandung belumberpikir panjang dalam menyusun rencana bisnis mereka. Ini langkah keliru. Bisnis buku harus mempunyai rencana bisnis dalan waktu yang cukup lama disebabkan perputaran produk buku memang tergolong lambat. Sebagai contoh, buku trilogi Fira Basuki baru menjadi best seller ketika buku yang ketiga terbit. Begitu juga buku Andrea Hirata, baru booming besar-besaran, ketika masuk dalam acara Kick Andy. </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Konsistensi dan perencanaan matang mutlak dimiliki mereka yang berniat masuk dalam dunia bisnis buku. Belajarlah dari mereka yang bertahan dan temukan ide kreatif baru. Bandung terkenal dengan ide-ide kreatif. Ide tidak akan pernah habis, hanya perlu diolah dan dikembangkan. Salam buku. (Wiku Baskoro, dipansenja@yahoo.com, wikubaskoro.blogspot.com) ***</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Dimuat di koran Pikiran Rakyat, rubrik Literasi, Suplemen Kampus, 29 Nopember 2007</span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=30&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/25/apa-kabar-toko-buku-bandung-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Blogging</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/18/tips-blogging/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/18/tips-blogging/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 09:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Fokus blog memang mirip dengan diary, semua tulisan bisa masuk dalam sebuah alamat dimana semua unek-unek dan cerita ada didalamnya. Namun kecenderungan blog seperti ini adalah tidak fokus dan tidak konsisten, maka jika serius untuk ngeblog, pikirkanlah fokus tulisan, karena semua tulisan akan dibaca orang, dan blog yang seru adalah semua posting dibaca orang. Konsisten [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=26&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Fokus</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>blog memang mirip dengan diary, semua tulisan bisa masuk dalam sebuah alamat dimana semua unek-unek dan cerita ada didalamnya. Namun kecenderungan blog seperti ini adalah tidak fokus dan tidak konsisten, maka jika serius untuk ngeblog, pikirkanlah fokus tulisan, karena semua tulisan akan dibaca orang, dan blog yang seru adalah semua posting dibaca orang.<span id="more-26"></span></span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Konsisten</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>buatlah jadwal yang santai namun tearah agar postingan dalam blog bisa tetap terjaga, apalagi jika sudah mempunyai pembaca rutin. Banyak sekali orang yang membuat blog, sedangkan waktu untuk membaca terkadang terbatas, maka buatlah pembaca setia rutinn dengan postingan baru secara berkala.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Temukan kata yang menarik</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>kata menarik bisa terletak dimana saja, pada judul atau pada teks blog. Kata yang manarik bisa membuat pembaca betah dan menyelesaikan membaca tulisan dengan intens, bahkan bisa saja kata yang menarik dikutip untuk tulisan lainnya.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Buat berita atau teks dan bermanfaat</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>walaupun berupa diary yang mungkin sangat personal, usahakan semua postingan tulisan bisa memberi manfaat bagi pembaca, ini dilakukan untuk memnciptakan pembaca-pembaca setia yang mau meluangkan waktu khusus membaca setiap postingan blog.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Buat alur tulisan nyaman</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>jangan dikira alur hanya ada dalam cerita fiksi, blog pun akan lebih baik jika mempunyai alur tulisan yang memikat, membuat pembaca betah dan memberi komentar positif.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Riset</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>setiap postingan yang berbobot tentu memerlukan data tambahan, bahkan ketika kita mengomentari hal yang ringan, data tambahan adalah suatu hadiah yang sangat menarik bagi pembaca. Berikan kejutan pada pembaca dengan riset kecil-kecilan sampai riset lengkap. Riset ringan bisa saja dilakukan dengan mengamati lingkungan dengan sedikit lebih seksama, cukup mudah bukan?</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Sopan </span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>membuat tulisan sopan sepertinya mudah, namun pada kondisi tertentu hal ini terkadang sangat sulit, karena blog pada dasarnya adalah pendapat pribadi yang terkadang sangat subjektif. Namun pertimbangan pembacalah yang setidaknya harus dipertimbangkan lebih lanjut. Ini semata-mata untuk mendapakan pembaca yang lebih luas.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;">Blog walk</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>seperti halnya dunia nyata, dunia maya pun perlu hubungan relasi, jalan-jalan, dan nongkrong. Googling dengan tema tertentu bisa sangat membantu menemukan blog menarik yang bisa ditambahkan pada daftar blogroll kita. Dengan mengunjungi blog orang lain, maka biasanya blog kita akan dikunjungi balik. Proses ini bisa mendatangkan pembaca yang tidak sedikit.</span></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span>Selamat blogging!!</span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wikupedia.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wikupedia.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=26&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/18/tips-blogging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sekilas tentang novel Glonggong</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/16/sekilas-tentang-novel-glonggong/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/16/sekilas-tentang-novel-glonggong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 12:10:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi dan review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Glonggong Pengarang : Junaedi Sutiyono Tebal : 300 halaman Soft Cover Harga : Rp 39.900,- Penerbit : Gramedia Ketika trend buku pop mulai tergeser oleh buku bertema sejarah, bermunculanlah juga kisah-kisah fiksi dengan latar sejarah. Dalam setahun kebelakang, bisa kita temukan berbagai novel dengan tema sejarah, mulai dari seri Gajah Mada, Rahasia Medde, Dyah Pitaloka, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=18&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;">Glonggong</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pengarang	:  Junaedi Sutiyono<br />
Tebal 		: 300 halaman </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Soft Cover </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Harga 		: Rp 39.900,- </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Penerbit	: Gramedia </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Ketika trend buku pop mulai tergeser oleh buku bertema sejarah, bermunculanlah juga kisah-kisah fiksi dengan latar sejarah. Dalam setahun kebelakang, bisa kita temukan berbagai novel dengan tema sejarah, mulai dari seri Gajah Mada, Rahasia Medde, Dyah Pitaloka, dan bermacam kisah bertema sejarah lainnya. Dan Glonggong melengkapi deretan buku-buku bertema sejarah itu.<span id="more-18"></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Yang menarik dalam Glonggong, bagi saya justru beberapa kejadian yang tidak digarap detail, penulis justru memberikan sedikit kebebasan pada pembaca untuk menafsirkan apa yang tersirat dalam kisah. Ini menjadi nilai tersendiri, karena dengan demikian, tokoh yang diceritakan seperti berkisah sendiri, bukan penulis yang memasukkan pikirannya dalam tokoh, namun tokoh itu sendiri yang seperti bercerita pada pembaca.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Glonggong dalam bahasa Jawa bisa mempunyai beberapa arti, namun di novel ini, Glonggong diartikan sebagai nama sebuah permainan rakyat dari bahan pelepah pepaya, yang menyerupai pedang. Alkisah, seorang anak bernama Danukusuma sangat mahir bermain Glonggong, kemudian teman-temannya memanggil ia dengan nama Glonggong, begitulah seterusnya, Danukusuma menjadi sangat terikat dengan nama itu, kemana-mana orang lebih mengenalnya dengan nama Glonggong.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Suatu ketika, Glonggong sedang bertanding seru dengan musuh bebuyutannya, bertanding Glonggong. Pada saat ia terjatuh, seseorang membantunya berdiri, seseorang itu ternyata Pangeran Diponegoro, dari sinilah kisah inti novel dimulai.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Berbagai intrik berlatar perjuangan Pangeran Diponegoro hadir, pembaca akan disuguhi bermacam pandangan lain mengenai perjuangan Diponegoro.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Junaedi menulis dengan sangat fasih, padahal ini buku pertamanya, namun cara berceritanya yang lancar, menghadirkan pemahaman tersendiri terhadap sejarah, ternyata dalam novel, sejarah bisa diceritakan dengan sangat ringan, tanpa silsilah kerajaan yang rumit, tanpa nama-nama yang bisa membuat bingung, tanpa detail yang terkadang keterlaluan.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Glonggong hadir dengan keserderhanaan, hadir dengan ketulusan, dan karena itulah buku ini menjadi menarik !</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wikupedia.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wikupedia.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=18&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/16/sekilas-tentang-novel-glonggong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sekilas tentang novel Blakanis</title>
		<link>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/16/sekilas-tentang-novel-blakanis/</link>
		<comments>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/16/sekilas-tentang-novel-blakanis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 12:08:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wikupedia</dc:creator>
				<category><![CDATA[resensi dan review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikupedia.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Blakanis Pengarang : Arswendo Atmowiloto Tebal : 288 halaman Soft Cover Harga : Rp 36.000,- Penerbit : Gramedia Ada dua buku terbaru dari Arswendo, salah satunya Blakanis. Agak aneh memang membaca judulnya, Blaka dalam bahasa Jawa bisa diartikan sebagai jujur, apa adanya. Sepertinya Arswendo berencana menghadirkan kisah yang satir, tentang keadaan Indonesia yang masih saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=16&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:large;">Blakanis</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Pengarang	:  Arswendo Atmowiloto<br />
Tebal 		: 288 halaman </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Soft Cover </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Harga 		: Rp 36.000,- </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Penerbit	: Gramedia </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-style:normal;">Ada dua buku terbaru dari Arswendo, salah satunya Blakanis. Agak aneh memang membaca judulnya, Blaka</span></em> dalam bahasa Jawa bisa diartikan sebagai jujur, apa adanya. Sepertinya Arswendo berencana menghadirkan kisah yang satir, tentang keadaan Indonesia yang masih saja terus carut marut.<span id="more-16"></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dan, benar saja, dalam novel ini dikisahkanlah seorang laki-laki setengah baya yang sama sekali bukan pahlawan, bukan pula orang sukses, bahkan hidupnya diliputi berbagai masalah. Nama tokoh itu kemudian dikenal sebagai <span style="font-style:normal;">Ki Blaka</span><em>. </em><span style="font-style:normal;">Dikisahkan juga, sebenarnya ia tidak mengajarkan apa-apa, tidak pula hendak dipuji, atau mencari ketenaran. Ki Blaka tiba-tiba saja hadir disebuah lingkungan kota jakarta yang penuh hiruk pikuk, wilayah kosong itu kemudian degnan ajaib menjadi tempat tinggalnya. Dan yang dilakukan Ki Blaka tidak pula menakjubkan, ia hanya bersikap Blaka, sikap menjawab dengan jujur jika ditanya, berkomentar apa adanya tanpa pretensi apapun ketika berbicara dengan orang lain</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Lalu, lingkungan itu pun berkembang, dalam kota yang penuh korupsi dan ketidakjujuran, ternyata pola tingkah Ki Blaka, malah bisa jadi panutan, banyak yang terbebas dengan bersikap jujur, banyak yang menjadi lega hidupnya dengan bersikap blaka. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Arswendo bercerita dengan bahasanya yang khas, kata-kata ditulisakan dengan sangat menarik. Kritik halusnya bisa sangat padu dengan tokoh, plot serta keseluruhan kisah. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="left"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Blakanis merujuk pada pengiut Ki Blaka, yang terus bertambah banyak. Buku ini bisa menjadi semacam kitab, bagi mereka yang ingin merubah hidupnya menjadi seorang yang jujur, yang hidup lepas tanpa beban. Bagi orang yang ingin menjadi seorang Blakanis !!</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wikupedia.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wikupedia.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wikupedia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wikupedia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wikupedia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wikupedia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wikupedia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wikupedia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wikupedia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wikupedia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wikupedia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wikupedia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wikupedia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wikupedia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wikupedia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wikupedia.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wikupedia.wordpress.com&amp;blog=1858687&amp;post=16&amp;subd=wikupedia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikupedia.wordpress.com/2008/09/16/sekilas-tentang-novel-blakanis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">wikupedia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
